Aduuuuh hati-hati kalau sedang hamil, jangan begini! Jangan begitu! Pamali! Nanti begini! Nanti begitu!
Hmm, ketika seorang perempuan mengandung, sangat terbayang betapa repotnya, selama sembilan bulan ia harus bersusah payah membawa bayi yang sangat ia nantikan kehadirannya di perutnya.
Hmm, ketika seorang perempuan mengandung, sangat terbayang betapa repotnya, selama sembilan bulan ia harus bersusah payah membawa bayi yang sangat ia nantikan kehadirannya di perutnya.
Ditambah mual muntah yang biasa terjadi pada sebagian besar ibu hamil, tidak enak makan tidak nyenyak tidur, belum lagi banyak larangan yang membuat ibu hamil tambah repot bukan main.
Larangan-larangan berupa mitos seputar kehamilan yang akan sedikit merepotkan wanita hamil tersebut muncul dari aturan orang terdahulu, turun temurun hingga orang tua kita, maka mau tidak mau sebagai anak yang baik sudah sepatutnya menuruti perintah dan larangan mereka tentang tetek bengek persoalan kehamilan.
Di kalangan masyarakat Jawa, mitos seputar kehamilan banyak diberlakukan bahkan bisa dikatakan sudah mendarah daging, biasanya mereka sebut dengan istilah pamali. Mari kita kenali fakta dan mitos kehamilan yang banyak diyakini masyarakat Jawa;
- Mitos Kehamilan, “Kalo mau keluar rumah apalagi sore-sore atau jaraknya jauh, jangan lupa pake gunting kecil atau peniti yaa biar bayimu aman dari makhluk halus!”
Fakta: Tidak ada hubungannya sama sekali benda tajam dan makhluk halus atau roh jahat. Hal tersebut justru berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya, kalau tertusuk bagaimana?
Lantas mempercayai hal tersebut artinya menganggap benda tajam sebagai jimat pelindung, maka tergolong musyrik. Lebih baik serahkan pada Allah, cukup Allah sebaik-baik Pelindung. Perbanyak doa dan dzikir dijamin makhluk halus takut deh…
- Mitos Kehamilan, “Hati-hati ibu hamil tidak boleh makan buah nanas dan durian walaupun sedikiiit, nanti keguguran!”
Fakta: Durian dan nanas memang kurang baik dikonsumsi oleh ibu hamil, keduanya mengandung zat yang boleh jadi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Buah nanas mengandung senyawa bromelain yang bisa beresiko melemahkan serviks (leher rahim), terlebih lagi jika nanas masih muda.
Sedangkan buah durian mengandung alkohol dan mempunyai sifat yang bisa membuat panas di perut. Selain itu durian mengandung asam arachidonat yang dapat memicu terbentuknya prostaglandin dimana zat tersebut dapat merangsang kontraksi pada rahim.
Akan tetapi dua buah tersebut masih bisa dikatakan aman bagi ibu hamil jika dikonsumsi secukupnya dan tidak pada saat hamil muda.
- Mitos Kehamilan, “Sebentar lagi lahiran, banyakin minum minyak kelapa biar licin, gampang nanti anakmu keluarnya!”
Fakta: Ibu hamil disarankan banyak minum minyak kelapa untuk memudahkan persalinan? Walaupun memang konotasinya minyak kelapa itu membuat licin, akan tetapi hal tersebut tidak berpengaruh sama sekali dalam proses persalinan, dan sampai saat ini belum ada penelitian yang menyatakan kebenarannya. Ukuran panggul ibu dan berat janin yang ada di dalamnya mempengaruhi mudah tidaknya proses persalinan.
- Mitos Kehamilan, “Sudah minum air kelapa muda belum hari ini? Kan biar bayinya nanti berkulit putih bersih dan lebat rambutnya.”
Fakta: Faktor terbesar yang mempengaruhi warna kulit bayi dan lebat atau tidaknya rambut bayi adalah genetik, jika kedua orangtua berkulit putih maka anaknya juga putih, sama halnya dengan rambut, jika kedua orangtua berambut tipis mana mungkin anaknya berambut tebal.
- Mitos Kehamilan, “Wah waaah kamu suka sekali berdandan, cantik, auramu memancar, berarti anakmu perempuan.” atau “Hmm anakmu sepertinya laki-laki, ngga mau dandan sih, keliatan agak kucel”
Fakta: Hal ini memang terdengar agak mustahil akan tetapi banyak orang masih mempercayainya. Suka berdandan atau malas sama sekali sebenarnya hanya sebatas keinginan ibu hamil, tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin, karena yang mempengaruhi jenis kelamin bayi yaitu kromosom ayah ibu.
Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki.
- Mitos Kehamilan, “Ini sih calon srikandi, perutmu bulat, kalo lonjong baru arjuna.”
Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas hal ini karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga mampu menyangga rahim. Sedang pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah.
Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak terlalu baik menyangganya. Bisa juga disebabkan posisi bayi. Jika posisi bayi melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar.
- Mitos Kehamilan, “Kok berani-beraninya kamu yang sedang hamil keluar malam, ngga takut anakmu kena usap makhluk halus? hiiiih.”
Fakta: Mitos yang satu ini memang ada benarnya, bukan karena alasan roh jahat atau makhluk halus ini dan itu, akan tetapi udara di luaran pada malam hari kurang baik untuk ibu hamil karena banyak mengandung karbondioksida (CO2).
Fisik wanita saat sedang hamil bisa dikatakan sedikit riskan atau gampang lemah, maka dari itu jika tidak ada keperluan mendesak sebaiknya keluar malam memang dihindari ibu hamil.
- Mitos Kehamilan, “Jangan suka nyelendangin handuk atau baju di leher, bahaya nanti anakmu kelilit tali pusar!”
Fakta: Mitos yang beredar bahwa calon bapak maupun ibu dilarang melilitkan handuk atau baju di leher, konon janin di perut bisa terlilit tali pusar. Menurut catatan medis tidak ada hubungannya sama sekali handuk yang dililitkan dengan tali pusar yang melilit. Jika janin memang terlilit tali pusar, hal itu diakibatkan karena hiperaktifitas janin mengikuti ibu yang terlalu aktif.
Dilansir dari www.bidankita.com , penjelasan secara ilmiah pada kasus lilitan tali pusar adalah saat usia kandungan berumur sebelum 8 bulan, umumnya kepala janin belum memasuki bagian atas panggul. Saat itu ukuran bayi relatif masih kecil dan jumlah air ketuban banyak sehingga memungkinkan bayi terlilit tali pusar.
Penyebab lain adalah tali pusar yang panjang dapat menyebabkan bayi terlilit. Rata-rata panjang tali pusar bayi mencapai 50/60cm. Dikatakan panjang, jika melebihi dari 100cm dan pendek jika berukuran kurang dari 30cm.
Masalah ini tidak dapat dipandang remeh, karena tali pusar yang melilit bayi terkadang juga dapat menyebabkan bayi meninggal. Lilitan tali pusar berulang-ulang ke satu arah, biasanya terjadi pada trisemester pertama atau kedua.
Hal ini menyebabkan arus darah dari ibu ke janin melalui talo pusar tersumbat total. Sebab pada usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih dapat bergerak dengan leluasa. Lilitan tali pusar dapat melilit dengan erat, dan hal tersebutlah yang menyebabkan kompresi tali pusar yang berakibat janin kekurangan oksigen.
Agar dapat terdeteksi lebih dini, hal pertama yang harus anda lakukan adalah melalui pemeriksaan teratur dengan bantuan USG. Untuk melihat apakah ada tanda-tanda bayi terlilit tali pusar.
- Mitos Kehamilan, “Eh eeeeh jangan dibunuh itu serangganya, nanti bayimu cacat!”
Fakta: Mitos ini juga tak kalah beredar di kalangan masyarakat khususnya sunda, kalau calon ibu atau calon ayah membunuh binatang meski binatang kecil sekalipun, kelak anaknya akan terlahir cacat. Jelas hal ini hanya takhayul, tapi walaupun demikian membunuh binatang tetap saja merupakan hal yang tidak dibenarkan. Maka sebaiknya dituruti saja.
- Mitos Kehamilan, “Jangan kebanyakan minum es ah, nanti bayimu kegemukan repot kaaan.”
Fakta: Minum es terlalu sering bagi ibu hamil tidak berpotensi menimbulkan kegemukan pada janin yang dikandung, jika tidak ditambahkan pemanis yang mengandung gula seperti sirup atau madu secara berlebihan.
Terlalu banyak makan dan riwayat diabetes pada orangtua calon bayi justru yang bisa memicu kegemukan calon bayi. Sementara air es yang diminum tanpa gula akan dikeluarkan kembali oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.
Karenanya ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi selama kehamilan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan khususnya dalam hal ini kegemukan pada janin.
- Mitos Kehamilan, “Kalo lagi hamil ya mesti makan banyak, ditambah porsinya, kan untuk dua orang sama bayi di perutmu”
Fakta: Banyak orang menyarankan ibu hamil untuk makan dua kali lebih banyak dari biasanya, dengan alasan makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan dibagi dua dengan janin yang ada di perutnya.
Kebutuhan kalori yang dibutuhkan selama masa kehamilan memang lebih banyak dari sebelumnya, tetapi bukan berarti dengan cara makan dua kali lebih banyak karena akan menyebabkan kelebihan berat badan yang beresiko memicu darah tinggi atau diabetes jika tidak terkontrol. Yang harus dilakukan adalah makan dengan gizi cukup dan seimbang.
- Mitos Kehamilan, “Kamu mau apa bilang aja, nanti dibelikan. Kalo ngga kesampean nanti kan anakmu ileran lho kasian.”
Fakta: Ibu hamil biasanya mempunyai keinginan yang berlebih terhadap sesuatu dan orang-orang disekitarnya akan berusaha keras mengabulkannya karena khawatir jika tidak terpenuhi maka bayi yang dikandungnya nanti ngeces atau ileran.
Ngidam sangat wajar terjadi saat hamil terutama pada awal kehamilan, akan tetapi jika dihubungkan dengan anak yang ngeces terus hal tersebut jelas mitos, karena tidak ada hubungannya sama sekali antara ngidam dengan bayi ileran.
Morning sickness disebabkan karena perubahan hormonal, sedangkan bayi yang ngeces terus bisa disebabkan karena beberapa hal, yakni faktor bawaan karena ada organ yang kurang beres, radang atau sariawan, dan tumbuh gigi.
- Mitos Kehamilan, “Jangan dibiasakan merendam cucian, nanti anakmu kudisan.”
Fakta: Merendam cucian baik baju ataupun piring tidak berhubungan sama sekali dengan penyakit kudis. Jika memang ternyata bayi kudisan, bisa jadi hal tersebut karena ibu kurang menjaga kebersihan bayi.
- Mitos Kehamilan, “Kakimu kok bengkak? pasti suka diguyur pake air bekas cucian nih.”
Fakta: Kalau merendam cucian menyebabkan anak kudisan, mengguyur kaki dengan air bekas cucian bisa mengakibatkan kaki bengkak. Jelas hal tersebut hanya mitos. Bengkaknya kaki ibu hamil disebabkan karena perubahan hormon pada masa kehamilan dan juga preeklamsia.
- Mitos Kehamilan, “Ya ampun mual muntahnya parah, kayaknya anakmu perempuan, calon pinter juga nih.”
Fakta: Mual muntah atau yang lebih kita kenal dengan istilah morning sickness yang berlangsung lama selama kehamilan tidak berhubungan sama sekali dengan jenis kelamin bayi.
Sedangkan perihal morning sickness berhubungan dengan IQ atau kecerdasan bayi, hal itu adalah fakta. Hormon yang berhubungan dengan morning sickness memang mempengaruhi perkembangan otak bayi selama di dalam kandungan.
- Mitos Kehamilan, “Jangan potong rambut kalo lagi hamil, pamali! Susah nanti lahirannya”
Fakta: Selama masa kehamilan katanya ibu hamil dilarang memotong rambut karena nanti jalan lahirnya akan terpotong sehingga menyebabkan sulitnya proses kelahiran. Hal tersebut sama sekali tidak ada hubungannya, lancar atau sulitnya proses kelahiran disebabkan karena banyak faktor medis, bukan karena saat hamil sang ibu memotong rambut.
- Mitos Kehamilan, “Sudah sembilan bulan tapi kok belum ada tanda-tanda mau lahir yaa, coba deh kalian bapa ibunya seringin hubungan intim biar cepet minta keluar bayinya, lagian sperma calon bapa bikin anak kalian cerdas nantinya.”
Fakta: Sering melakukan hubungan intim mempercepat kelahiran, hal tersebut memang benar, zat pada air mani jika bercampur dengan hormon ibu hamil bisa menimbulkan kontraksi, dan akhirnya –menurut pandangan banyak orang- bayi bisa lebih cepat lahir dan mudah.
Akan tetapi jika hal tersebut dilakukan terlalu sering bukan pada waktunya, maka akan beresiko keguguran karena kontraksi pada otot rahim, sedangkan bayi belum menginjak waktu kelahiran.
Selain itu hubungan intim yang terlalu sering bisa memicu pendarahan pada ibu hamil dan beresiko bayi lahir prematur. Sedangkan lancarnya persalinan dipengaruhi banyak faktor dan kondisi kehamilan itu sendiri.
Selanjutnya jika banyak orang mengatakan bahwa janin yang terkena semburan sperma ayah karena seringnya hubungan intim dilakukan, hal tersebut hanya mitos belaka. Sperma baik itu dalam jumlah sedikit maupun banyak sama sekali tidak berpengaruh pada kecerdasan bayi kelak.
Lagi-lagi faktor genetika yang berperan, jika orang tua bayi khususnya ibu memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, maka bayi yang dikandungnya juga cerdas.
- Mitos Kehamilan, “Sudah tujuh bulan yaa, ayo pijit perut, dibenerin posisi bayinya, biar gampang nanti melahirkannya kalau posisi bayinya bener.”
Fakta: Ibu hamil boleh melakukan pijat di bagian tubuh manapun kecuali perut. Pijat perut bukan menyehatkan janin atau membetulkan posisi janin sesuai usia kehamilan, akan tetapi justru bisa berakibat buruk karena beresiko terjadinya keguguran diakibatkan janin yang tertekan atau stres.
- Mitos Kehamilan, “Ish jangan dimakan itu pisang yang dempet kayak gitu, nanti anakmu ya kayak pisangnya, kembar dempet.”
Fakta: Dilarang keras makan pisang dempet, nanti bayinya juga dempet. Maksudnya disini kembar siam. Kembar siam adalah keadaan anak yang lahir bersamaan atau yang biasa disebut kembar, dimana tubuh mereka bersatu.
Kembar siam disebabkan oleh proses pembelahan pada saat masih di dalam rahim yang kurang sempurna. Jadi tidak ada hubungannya sama sekali bayi lahir kembar siam dengan memakan pisang dempet pada saat hamil.
- Mitos Kehamilan, “Jangan makan belut atau lele ya, nanti anakmu licin, ngga bisa diem.”
Fakta: Makan belut atau lele bisa membuat anak hiperaktif merupakan mitos belaka. Faktanya belut dan lele justru memiliki kandungan yang baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin karena kaya akan protein dan rendah kolesterol.
Yang membuat belut atau lele tidak boleh dikonsumsi adalah jika pembudidayaannya kurang bersih dan tercemar. Jika sampai tercemar hal tersebuat sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin karena mengandung logam dan juga polutan.
Nah itulah beberapa mitos dan faktanya seputar kehamilan di kalangan masyarakat Jawa. Akan sangat bijak jika kita sebagai calon orangtua menelaah apakah larangan yang dikatakan orang tua kita merupakan kebenaran yang jelas alasan medisnya atau hanya mitos atau takhayul belaka, agar kehamilan yang kita nantikan sampai waktu kelahiran nanti mampu kita kontrol perkembangannya dengan baik.
Say no to mitos dan klenik….!
Written by: Ummu Farih










No comments:
Post a Comment